Kepada tubuh

Kaki tiba-tiba patah tidak bisa dipakai melangkah. Tangan pun mendadak runtuh tidak bisa lagi merengkuh. Bibir malah lebih dulu pecah tak tersisa celah untuk bersumpah. Hanya pada mata yang rapuh ada rindu dan cinta terjaga utuh. {}

Advertisements

Tubuh

Pada awalnya, tubuh adalah milik pelukan lantas menjadi milik peluru dari senapan lenganmu mungkin terlalu pendek untuk tubuhmu namun cukup panjang untuk memeluk tubuhku. Pada seorang perempuan, aku dikepung kenangan. {}

Bangkai kenangan dari tubuhmu

Aku mencium bau bangkai kenangan dari tubuhmu beberapa orang pernah menelanjangi senyummu sebagian lainnya memasuki dan tinggal di lubang hitam matamu dan kamu masih mencari-cari letak rindu. Aku sengaja menciptakan senja biru untuk menggenapi bintangmu di langit paling utara agar pagi melalaikan tugasnya dan kamu masih mencari-cari letak rindu. Sekarang kita berjalan sendiri-sendiri menuju pulang …

Continue reading Bangkai kenangan dari tubuhmu

Di hadapan tubuhmu

(pada satu sore…) Saya mendongak ke atap mencari-cari celah dari mana senja bakal mewujud, sementara sepotong ranting bergoyang serupa pinggulmu yang kerap merayu. Pojokan bibirmu yang ranum seringkali saya jadikan tambatan hening agar menjelma kenangan tentang tawa dan luka, serta sepenggal percakapan yang menyerap darah. Kulitmu yang menguning menyimpan jejak masa silam dan harapan yang …

Continue reading Di hadapan tubuhmu