#BanalitasHarian: pertengahan bulan kedua tahun delapanbelas, atau momen “sudah-pernah-mengalami-yang-seperti-itu” sebagai jeda untuk bernapas

Sebagai pembuka catatan banal kali ini, saya akan memulainya dengan beberapa pertandingan sepakbola yang saya tonton dalam dua pekan ke belakang. Fiorentina 0-2 Juventus, 10 Februari 2018: pertandingan ini menjadi bukti dari kematangan lini pertahanan Juventus di Serie A Italia musim ini. Fiorentina -- dengan bermodalkan api dendam masa lalu, semangat tidak kenal lelah dari …

Advertisements

Tengah malam #3

Sore itu kita bisa saja terbang bersama menyusul senja di mana kita pernah mengira bisa bersama kita bakal mengenang malam-malam sesudahnya bahkan saat kita telah berada di pagi yang sama sekali berbeda rasa. Aku merenungi angin dengan penderitaan yang kurayakan bersama kembalinya senja di pelataran aku mengira kita bakal bertemu kembali setiap malam di jalanan …

Tengah malam #2

Kita berlari mengkhianati matahari bahkan mencurangi berkah yang terberi menghapus gelisah dan segala resah pada malam dan pada segala yang sunyi. Kita berharap bisa menyetubuhi bulan merasuk pelan ke jantung kesedihan setelah susah-payah menipu keganasan siang. Kita harus merahasiakan semua yang semestinya rahasia erat menyimpannya di batok kepala biar saja kita terasing dan mojok dalam …

Tengah malam

Yang bisa aku bisikkan hanyalah napas tersengal-sengal beradu dengan hasrat yang tidak ingin dipenggal. Lalu aku jentikkan segala macam mantra dan doa -- apa saja agar tenang menunggu pagi mengantarkan senja. Sebab, keresahan yang berantakan seringkali berlarian kadang pula berjalan sembari asyik membunuhi harapan. Pada tengah malam, dirimu adalah diriku sibuk menjemur jantung, mengeringkan rindu. …