4 Oktober dan sepotong kenangan tentang “Kita”

Saya lupa entah kapan persisnya kamu memberikan kotak kaleng bekas biskuit yang berisi salah satu fotomu menggamit boneka beruang superbesar pemberian saya itu. Simpanlah dan isi dengan sesuatu tentang “Kita” nantinya, kurang-lebih itu ucapanmu ketika memberikan kotak kaleng (yang sekarang saya sebut sebagai “Kotak V”, meniru Kotak Pandora) itu. Namun saya ingat persis reaksi pertama …

Continue reading 4 Oktober dan sepotong kenangan tentang “Kita”

Advertisements

Kamu: sepotong cerita yang tidak perlu dipercaya

Yang selalu datang padaku tanpa pernah bertanya terlebih dahulu. Yang hanya dipahami oleh mekarnya senja. Yang mampu menarik keseluruhan eksistensiku. Layaknya sang kekasih yang selalu menarik Sabtu untuk perjumpaan -- Sabtu yang tidak pernah usai bercerita tentang rindu yang gaduh. Namun tahukah … bahwa aku kerap berupaya menghapus sebagian dari dirimu dengan diam-diam dengan susah-payah …

Continue reading Kamu: sepotong cerita yang tidak perlu dipercaya

Mengeja harap pada sepotong syair suwung

#Untuk ayah: saya masih berharap kita bisa, untuk sekali saja, duduk berdua bersama dua cangkir kopihitam dan beberapa bungkus kretek favoritmu terhidang di atas meja -- saling mengeluh, saling bercerita, saling bercanda; berbicara tentang apa saja dengan cara yang paling sunyi, paling sendiri. Apakah rambutmu telah sempurna memutih saat jejakmu akhirnya sampai, untuk pertama kalinya, …

Continue reading Mengeja harap pada sepotong syair suwung