Semacam kronik “ke atas sana”: overpopulasi dan distopia masa depan

[11:07 am] Pengujung malam, beberapa waktu yang lalu: Perjalanan Nun Jauh ke Atas Sana, buku tipis dengan formasi utama dua cerpen (cerita pendek) -- yang berkelindan dalam semesta fiksi yang sama -- karangan Kurt Vonnegut yang diterjemahkan Widya Mahardika Putra terbitan Penerbit OAK (cetakan pertama, September 2017), tandas dalam waktu kurang dari satu jam saja. …

Advertisements

Sepakbola yang melahirkan aksi perjuangan melawan lupa

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: perjuangan melawan ketidak-beresan dan ketidak-adilan bakal terus ada di mana pun dalam bentuknya masing-masing, dan hal paling sederhana yang bisa kita -- saya dan kamu -- lakukan adalah bersolidaritas dan mengabarkannya, meneruskan bara api perlawanannya agar terus membesar dan membakar habis kebengisan sampai tiada sisa. Rayna, sayang,. Tahun 1978. Argentina …

Monumen romantika

Suara menyapa meretas kata dunia seteguk duka, semburat airmata langit merajah luka pada kemolekan tubuh yang fana berteduh di bawah pohon khuldi aku dan kamu menjadi janji pandangan matamu isyarat madu menungguku menyesap manis bibirmu lemah-lembut lidahmu menjelma doa yang beradu dengan airmata kedua tubuh merapat saling menguat tanpa menggugat dosa melukis bahagia pada pangkuan …

Merayakan Kartini #2

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: dengan isi kepala yang terus berotasi dan hati sekuat jati, kamu punya kebebasan untuk berproses dan berjuang menjadi apa pun yang kamu mau; saya cuma bisa berpesan satu hal ini saja -- jangan lupa minum sehabis makan. “Aku hendak, aku mesti menuntut kebebasanku. Aku hendak, Stella, aku hendak, terdengarkah olehmu? …

Sanstitre #30

Ketika bintang utara menjingga-merah laut dan langit terbelah yang benar dan yang salah tidak akan pernah bisa saling asah maka: bagi pekasih, semua luka adalah sedekah segala doa adalah sumpah serapah. {ѧ}