Misalkan cerita adalah secangkir kopihitam

/1/ Secangkir kopihitam kadangkala bicara terlampau banyak. Cairan hitam pekat itu seolah memiliki rahasia mendalam yang mengendap di dasar sebuah cangkir. Segala kesedihan, juga kenangan-kenangan yang kelewat pahit atau terlalu manis, peristiwa demi peristiwa yang datang dan pergi, melebur larut menjadi satu serupa hitamnya bubuk kopi dalam seduhan air panas dengan latar belakang asap rokokputih …

Continue reading Misalkan cerita adalah secangkir kopihitam

#BanalitasHarian: sepiring solidaritas dan secangkir duka “di bawah hujan bulan Maret”, serta setumpuk ceracau tentang hal-hal lainnya

Hari Selasa, 21 Maret 2017, salah satu “Kartini Kendeng” gugur dalam perjuangan menolak pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng demi menjaga keseimbangan alam dan memastikan agar anak-cucu tidak bakal mati berkalang semen di masa mendatang. Adalah Mbok Patmi, salah satu Pejuang Kendeng yang gigih menolak pendirian pabrik semen sejak awal. Perempuan pemberani berumur 48 tahun …

Continue reading #BanalitasHarian: sepiring solidaritas dan secangkir duka “di bawah hujan bulan Maret”, serta setumpuk ceracau tentang hal-hal lainnya

Lelaki dan secangkir kopi

Lelaki itu lebih suka berkawan kopi menghabiskan sisa hari dalam balutan asap rokokputih percikan gerimis melumati kaki menyuguhkan melankolia di pelataran jantung berbentuk persegi kerinduan menumpuk di tangan kiri menyerupa belati lelaki itu lebih suka berkawan kopi, hingga malam benar-benar mati. {}

Dari dalam secangkir kopi

“Siapa yang akan berperang melawan kesunyian?” Aku melihat seekor serigala muncul perlahan dari secangkir kopihitam dengan mata menyala dengan raut muka penuh dendam tanpa apa-apa, tanpa aba-aba hendak menerkam menantang kepongahan dunia fana atau malah ingin menagih rindu yang muram, yang entah milik siapa. Seorang perempuan menyandarkan lelahnya pada aroma kopi yang tersisa lantas pergi …

Continue reading Dari dalam secangkir kopi

Balada secangkir kenangan

Kita adalah asap yang mengepul dari sisasisa pembakaran kenangan. Kegaduhan masa lalu, dicerca segala macam kemunafikan. Hampir meradang kita pada hiruk-pikuk peradaban urban. Simpangsimpang keharuan tercipta dari air mata kerinduan; bercerita tentang perpisahan demi perpisahan. Senja dan kepulan asap kenangan melayang di udara memparadekan ilusi. Rasanya baru kemarin kita menjejakkan kaki di kota dingin ini. …

Continue reading Balada secangkir kenangan