Kamu: kasih sayang

Di dalam kamar persegi aku bersabar penuh dengan deret buku, mencari “kebenaran” dari setiap eksistensi dada ditusuk kenyataan - pengkhianatan - kenangan perempuan mengingkari setiap betina “yang ada”: kasih sayang. Sebagian bayang-bayang menari di ambang pintu menggerakkan tangan dan kaki -- kelaparan, menagih haknya ide mondar-mandir di batok kepala bau apak keringat lengket di tubuh, …

Continue reading Kamu: kasih sayang

Advertisements

Selalu ada sepasang kekasih di antara setan yang menyendiri — dan kopi itu hitam, sayang

/1/ Mencintaimu. Saya merasa seperti Pandora yang tergila-gila pada kotak yang menyimpan segala kutukannya sendiri. Menuju tersesat di mata teduhmu, bagi saya, adalah harapan untuk menyelesaikan kerumitan lagi, setelah saya gagal menuntaskan kerumitan yang lain. Saya bakal mencoba mencurangi waktu untuk membebaskan diri dari kerinduan yang sudah terlalu lama meremas jantung saya: untukmu. /2/ Sepuluh …

Continue reading Selalu ada sepasang kekasih di antara setan yang menyendiri — dan kopi itu hitam, sayang

Sebab kita terlampau bebal, sayang

Kamu dan aku; berusaha tegap berdiri meski kaki bernanah ke sana kemari mencari arah meniti berjuta langkah mempersetankan lelah; menjelma syair usang menantang teriknya matahari siang menertawakan apa-apa yang patut dikenang; tidak pernah berhenti mencoba sampai jari-jemari menapak pada pena mengukir takdir untuk merusak relief banalitas dunia; berjanji tidak bakal pernah padam merayakan rindu selayaknya …

Continue reading Sebab kita terlampau bebal, sayang