Pergi pagi, pulang petang

Pergi pagi pulang petang, menapaki liku jalan panjang tidak ke hutan, bukan pula ke ladang sebab ladang dan hutan telah lama hilang tertimbun bangunan tinggi menjulang. Pergi pagi pulang petang, di dalam bangunan itu ia membudak banting tulang di antara deru nyanyian mesin yang sumbang demi mempertahankan hidup yang gamang mulai dari pangan hingga sandang …

Continue reading Pergi pagi, pulang petang

Advertisements

Pulang

#Untuk V: bagi sebagian orang, pulang ke rumah berarti kembali pada kenyataan yang getir atau kemiskinan yang menyambut tepat di depan pintu. Pernahkah kamu merasa tidak tahu harus pulang ke mana, seolah-olah kamu tidak punya rumah yang bakal membasuh lelahmu? Tidak punya teras tempat kamu bisa berdiri seharian menikmati secangkir kopihitam sembari menunggu seseorang yang …

Continue reading Pulang

Kita menjadi tua, dan lupa memulangkan peluk serta merumahkan kecup

Kita menuju tua, sayang; mengayuh sepeda ke kota enggan pulang dan kembali menjadi “kita” seperti terlahir dan dibesarkan hanya untuk diasingkan rindu satu meja warung kopi dibiarkan berdebu di atasnya tergeletak tumpukan surat tertanggal zaman yang telah lalu memanggil nama kekasih bersayap kupu-kupu. Kita mewujud tua, sayang; mendadak kita sudah tidak punya kata-kata untuk mengukir …

Continue reading Kita menjadi tua, dan lupa memulangkan peluk serta merumahkan kecup