Monumen romantika

Suara menyapa meretas kata dunia seteguk duka, semburat airmata langit merajah luka pada kemolekan tubuh yang fana berteduh di bawah pohon khuldi aku dan kamu menjadi janji pandangan matamu isyarat madu menungguku menyesap manis bibirmu lemah-lembut lidahmu menjelma doa yang beradu dengan airmata kedua tubuh merapat saling menguat tanpa menggugat dosa melukis bahagia pada pangkuan …

Advertisements

Sanstitre #30

Ketika bintang utara menjingga-merah laut dan langit terbelah yang benar dan yang salah tidak akan pernah bisa saling asah maka: bagi pekasih, semua luka adalah sedekah segala doa adalah sumpah serapah. {ѧ}

RPRB #2

Kira-kira setahun yang lalu, ada puisi empat bait satu baris dengan diksi yang sedap dan meledak-ledak nongol di kolom komentar blog kacangan ini dari seorang perempuan yang saya yakin dia adalah sosok yang tangguh, manis, liat, dan cerdas -- saya belum pernah bertemu langsung dengannya. Puisi yang ditulis dengan begitu indah dan garang ini dipersembahkan, …

Jalanan kota

Di jalanan kota aspal, batu hampar, dan dinding bata gerimis, tanpa senja menyapa pohon-pohon renta yang tersisa juga para pemburu rente dari utara yang asing pada tanah kelahirannya sepertiku, yang lupa jalan pulang ke rumah. {ѧ}

Fragmen Malang

Buih Malang sunyi merintih di tengah kerumunan musim hujan perlahan menepi di pinggir jalan malam-malam memilin perih dan sang pencinta sibuk memanggil suara-suara dari kedalaman ingatan jalan kenang yang terhimpit labirin teras depan yang tidak henti meraung-raung di antara tembok dan batu hampar lampu kota dan penjaja kopi ketengan kabut dan asap: Malang adalah harapan …