Menjadi manusia juga perkara menerima hal yang tidak bisa direngkuh

/1/ “Jadi kita tidak akan pernah menjadi suami-istri?” || “Apakah kita tidak bisa selamanya menjadi sepasang kekasih?” /2/ “Maksudnya?” || “Apa kita harus menjadi suami-istri?” || “Tidak, jika kamu tidak menginginkannya.” || “Tapi kamu ingin kita seperti itu.” || “Iya.” || “Dan kamu sudah tahu apa yang kupikirkan tentang hal itu.” || “Iya, tapi aku …

Continue reading Menjadi manusia juga perkara menerima hal yang tidak bisa direngkuh

Advertisements

Perkara rindu

(6:00 a.m.) Kita meributkan rindu siapa yang paling besar di atas genangan embunpagi yang tidak lagi sejuk sementara orang-orang telah menghabisi pepohonan dijadikan jalanan aspal untuk menopang mobil tuan besar. (12:00 p.m.) Siang merambat pelan rindu kita meronta di pinggir jalan tidak ada yang sudi memerhatikan bahkan menengok pun enggan orang-orang berlalu-lalang dengan telinga yang …

Continue reading Perkara rindu