Merayakan Kartini

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: jadilah perempuan yang memiliki hati sekuat jati dan isi kepala yang terus berotasi. “Dan apa yang diketahui anak tersebut dari kehidupan perempuan-perempuan itu membangunkan jiwa dalam hatinya untuk memberontak terhadap ke-Raden Ayu-an; adat yang berabad-abad selalu dijunjung tinggi: gadis-gadis harus kawin, harus menjadi milik lelaki, tanpa bertanya apa, siapa, dan …

Continue reading Merayakan Kartini

Merayakan perjuangan perempuan #2

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: berjuang bisa dilakukan dari dapur (bahkan katanya grup musik Oasis, revolusi bisa berawal dari kasur), namun tidak harus selalu dari dapur (atau kasur). “I have learned that a woman can be a fighter, a freedom fighter, a political activist, and that she can fall in love and be loved. She …

Continue reading Merayakan perjuangan perempuan #2

Merayakan perjuangan perempuan

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: maklumi saja sikap omak-mu kemarin yang seolah-olah marah dan tidak suka dengan kehadiranmu; omak-mu kemarin itu sedang kepayahan karena tidak sempat istirahat setelah seharian mengurus paspor dan mempersiapkan perayaan Hari Ibu bersama teman-temannya di Pemerintahan Kota Pasuruan. Satu hal yang harus kamu tahu: rasa sayang saya untukmu tidak bakal pernah …

Continue reading Merayakan perjuangan perempuan

Panjang umur perlawanan!

Sukamulya, Rembang, Papua, Pandangraya, Kulonprogo, Kendeng, Gemulo, Blora -- dan masih banyak lagi. Mereka masih berbahaya sebagaimana harihari kemarin perlawanan dan pemberontakan tidak akan pernah mati! Kamu potong satu nadi mereka kedipkan dua bola mata dengan nyali dan batu di tangan kiri! Kamu tutup bola mata mereka semburkan musik perlawanan yang indah dengan tekad dan …

Continue reading Panjang umur perlawanan!