Merayakan Kartini #2

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: dengan isi kepala yang terus berotasi dan hati sekuat jati, kamu punya kebebasan untuk berproses dan berjuang menjadi apa pun yang kamu mau; saya cuma bisa berpesan satu hal ini saja -- jangan lupa minum sehabis makan. “Aku hendak, aku mesti menuntut kebebasanku. Aku hendak, Stella, aku hendak, terdengarkah olehmu? …

Advertisements

Merayakan perjuangan perempuan #3

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: tidak usah terlalu merisaukan sindiran omak dan ibukmu tentang melorotnya nilai-nilai ujianmu yang membikin mereka berdua agak kecewa -- melampaui itu semua, saya pikir sudah waktunya bagi kamu untuk mulai menghidupkan dalam pikiran dan hatimu suatu kebutuhan untuk berjuang menantang dan melawan kekuatan-kekuatan tertentu yang telah merampas-paksa hak manusia untuk …

Terimakasih, serta selamat jalan tuan presiden dan si perempuan cantik

Saya selalu terhipnotis, untuk kemudian jatuh cinta, dengan buku bacaan apa pun yang rangkaian kata-katanya disusun secara jahanam dengan ketepatan dan kecerdikan tertentu sehingga berhasil merangsang kerinduan -- atau kerakusan -- terdalam untuk mendapatkan keindahan estetis lebih banyak lagi setelah kelar menyantapnya, seolah-olah saya sedang merasai dilema / pengalaman orgasmik di ujung permainan berahi kilat …

Kepada perempuan yang menyelipkan doa di balik jendela

Saya melihatmu menyimpul luka dengan tatap hitam yang berdiam kelam, mengumpulkan kepak malam di wajah. Ada sayap yang kamu patahkan di sela-sela ikatan karena gema jantungmu terlahir untuk binasa. Pekat sungguh cerdik mendekapmu, menarikmu dalam kesunyian yang rumit, dan mengabadikan diri pada jantung persegi yang pandai memeluk rahasia dengan erat. Utuh cintamu tidak pernah cukup …

Tiang lampu di depan rumah

Tiang lampu berdiri di depan rumah berwarna biru kepalanya menunduk lesu mengawasi lelaki yang gelisah menunggu di ambang pintu. Ketika cahaya lampu menyala setengah redup dan tersenyum lugu perempuan datang dari balik petang memanggul cenderamata: sebungkus cemas dan bimbang, sekarung emosi yang gampang meledak sesuka hati ~ ~ dan sebuah buku bersampul abu-abu tentang cara …