Kepada perempuan yang menyelipkan doa di balik jendela

Saya melihatmu menyimpul luka dengan tatap hitam yang berdiam kelam, mengumpulkan kepak malam di wajah. Ada sayap yang kamu patahkan di sela-sela ikatan karena gema jantungmu terlahir untuk binasa. Pekat sungguh cerdik mendekapmu, menarikmu dalam kesunyian yang rumit, dan mengabadikan diri pada jantung persegi yang pandai memeluk rahasia dengan erat. Utuh cintamu tidak pernah cukup …

Continue reading Kepada perempuan yang menyelipkan doa di balik jendela

Advertisements

Tiang lampu di depan rumah

Tiang lampu berdiri di depan rumah berwarna biru kepalanya menunduk lesu mengawasi lelaki yang gelisah menunggu di ambang pintu. Ketika cahaya lampu menyala setengah redup dan tersenyum lugu perempuan datang dari balik petang memanggul cenderamata: sebungkus cemas dan bimbang, sekarung emosi yang gampang meledak sesuka hati ~ ~ dan sebuah buku bersampul abu-abu tentang cara …

Continue reading Tiang lampu di depan rumah

Sanstitre #25

Perempuan itu pemilik senyum melodius itu menemukan kembali ingatannya dalam tarian senjakala. Betapa gerak kakinya yang lincah gamblang mengayun di tepian sore yang gerah seperti angin yang meruah. Sepasang matanya tak bergeming ditumbuki waktu keukeh menyangga ke-Esa-an rindu sedang di raut wajahnya terselip kesedihan mencari cinta sebagai hasrat penghabisan juga mencari persahabatan yang ditinggalkan entah …

Continue reading Sanstitre #25

Merayakan Kartini

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: jadilah perempuan yang memiliki hati sekuat jati dan isi kepala yang terus berotasi. “Dan apa yang diketahui anak tersebut dari kehidupan perempuan-perempuan itu membangunkan jiwa dalam hatinya untuk memberontak terhadap ke-Raden Ayu-an; adat yang berabad-abad selalu dijunjung tinggi: gadis-gadis harus kawin, harus menjadi milik lelaki, tanpa bertanya apa, siapa, dan …

Continue reading Merayakan Kartini

Merayakan perjuangan perempuan #2

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: berjuang bisa dilakukan dari dapur (bahkan katanya grup musik Oasis, revolusi bisa berawal dari kasur), namun tidak harus selalu dari dapur (atau kasur). “I have learned that a woman can be a fighter, a freedom fighter, a political activist, and that she can fall in love and be loved. She …

Continue reading Merayakan perjuangan perempuan #2

Merayakan perjuangan perempuan

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: maklumi saja sikap omak-mu kemarin yang seolah-olah marah dan tidak suka dengan kehadiranmu; omak-mu kemarin itu sedang kepayahan karena tidak sempat istirahat setelah seharian mengurus paspor dan mempersiapkan perayaan Hari Ibu bersama teman-temannya di Pemerintahan Kota Pasuruan. Satu hal yang harus kamu tahu: rasa sayang saya untukmu tidak bakal pernah …

Continue reading Merayakan perjuangan perempuan