Metropolutan

Bising meronta polusi suara senandungkan irama jalanan ingatan cuma pada kemacetan, mengaburkan hasrat pagi dalam deru laju kendaraan. Mata sudah lupa hijau rimbun pepohonan diganti warna-warni beton yang memilukan potongan tubuh surga berlabel harga membeku dipajang berderet dalam etalase urban. Terang lampu kota itu mungkin saja palsu, tapi wajah-wajah muram di bawahnya adalah kenyataan beberapa …

Continue reading Metropolutan

Belanja terus hingga mampus!

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: maaf karena saya terlalu sibuk sendiri dengan banalitas hidup harian yang sampai detik ini gagal menepati janji untuk memberimu buku bacaan yang bisa kita bagi bersama sebelum terlelap (serta kebahagiaan yang seutuhnya selagi kita dekat). Ah, kini saya harus memikirkan caranya melipat jarak dan waktu hanya untuk benar-benar menyapamu. “Atas …

Continue reading Belanja terus hingga mampus!

Aturan dari permainan bernama “Peradaban Modern”

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: sebuah dunia yang disebut dengan “Peradaban Modern” saat ini berjalan dengan aturan mengekang yang kurang-lebihnya bisa dijabarkan menjadi sepuluh poin ini, untuk memisahkan siapa yang dianggap sebagai “pemenang” dengan kelompok yang dilabeli “pecundang” oleh para penguasa. Baca dengan saksama, dan semoga kamu semakin tahu dan paham apa yang sedang kita …

Continue reading Aturan dari permainan bernama “Peradaban Modern”