Menuju semesta

/1/ “Jangan pernah kamu buka pintu itu.” Pintu dengan lubang kunci yang begitu besar dan berkarat, dengan kesunyian yang mengapit di kiri-kanannya, dengan gagang yang entah sejak kapan berteman dengan debu; biarkan tertutup rapat. Di balik pintu itu tersimpan segalanya, katamu. Segalanya, dan meski saya berhasil menata seluruh ketakutan dengan nafas yang lembut, katamu menambahkan, …

Continue reading Menuju semesta

Advertisements

Dendam sore menuju senja

Imajinasi dan hasrat memeluk murka menagih tawa melantunkan nada semacam doa bersandar pada dendam sore menuju senja. Kita berdua berada di antara kata yang tidak terucap merajut harap untuk memperbarui sabda: “tidak akan berpisah selamanya”. Malam jadi saksi bahwa segalanya dimungkinkan, karena aku dan kamu masih jauh dari akhir: masa depan belumlah terukir! Kita akan …

Continue reading Dendam sore menuju senja