Kematian dan tuhan yang telah mati

#Untuk V: siapakah yang menentukan jam kematian seseorang, puan? Mana yang benar: mati yang dibenar-benarkan atau benar-benar mati? Apakah makhluk yang telah mati memang benar-benar mati? Atau mereka sebenarnya tidak mati, hanya kita yang menganggap mereka mati? Mereka yang mati atau kita yang mati? Kemeriahan terjadi di taman kehidupan. Mereka bersuka-cita merayakan kematian yang telah …

Continue reading Kematian dan tuhan yang telah mati

Mati

Sunyi … Mata terpejam membayangkan kota yang muram di mana terang telah pergi mengamini kelam. Jantung terpaku dalam rasa rindu di mana peluk adalah kemewahan yang selalu ditunggu. Kaki menggigil lelah mengejar mimpi tentang kehangatan yang masih bersembunyi di balik matahari yang telah lama mati. Yang berdenyut hanya waktu di antara ribuan doa yang terkoyak …

Continue reading Mati

Hitam

/1/ Hitam bukan hanya sekadar putih yang menggelap kelam ia adalah sekelumit kisah dari sang manusia yang rajin memetakan rindu di setiap malam kepada pagi, dengan tatapan polos penuh damai, ia melayarkan tumpukan hasrat untuk menggenapi dendam menyelimuti kalbu kasih senja yang mulai memudar diterkam padam. /2/ Kapan ia akan datang untuk bersandar? Bukankah di …

Continue reading Hitam

Belanja terus hingga mampus!

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: maaf karena saya terlalu sibuk sendiri dengan banalitas hidup harian yang sampai detik ini gagal menepati janji untuk memberimu buku bacaan yang bisa kita bagi bersama sebelum terlelap (serta kebahagiaan yang seutuhnya selagi kita dekat). Ah, kini saya harus memikirkan caranya melipat jarak dan waktu hanya untuk benar-benar menyapamu. “Atas …

Continue reading Belanja terus hingga mampus!

Kreativitas dan hasrat, mati

Kreativitas dan hasrat telah mati tergeletak di antara barisan gedunggedung tinggi tersungkur dihantam ego otoritas dan moralitas korporasi. Ia adalah sesuatu yang menamai dirinya mimpi yang kerap bercerita perihal kebahagiaan dalam bungkus ilusi berderet dengan label harga untuk dikonsumsi. Katanya, ia akan menjadi ibu yang hebat untuk mengajari cara berdiri di antara papan reklame sebelah …

Continue reading Kreativitas dan hasrat, mati

Suatu ketika di antara gaduh malamhari

Kita hidup di bawah sini dalam endapan ampas kopi terlahir dalam wujud bayi belajar menghitung langkah kaki lalu menggelap pelanpelan menuju mati. Kita hidup di bawah sini dalam endapan ampas kopi lalu pelanpelan mati. Lalu … mati. {}

Kita masih terus berlari, sementara rindu tertinggal menunggu mati

Kita masih terus-terusan berlari -- matahari tetap saja tinggi harapan dan hasrat jadi anak tiri, ditinggal pergi ibu peri tunggu sebentar, ada secangkir kopihitam yang harus dihabisi tunggu sebentar sayang, sebatang rokokputih sudah siap untuk dihabisi. Kita teruskan berlari lagi -- matahari masih meninggi harapan dan hasrat telah dikebiri, tinggal menunggu mati berhenti sebentar, untuk …

Continue reading Kita masih terus berlari, sementara rindu tertinggal menunggu mati