Manifesto kesedihan, merayakan kekalahan

Kata orang-orang saya terlampau habis-habisan untuk membersamaimu hingga tidak menyisakan apa-apa untuk diri sendiri. Itu betul, puan. Dan itu saya lakukan hanya untuk menunjukkan bahwa cinta kita memang layak untuk diperjuangkan, bahwa saya adalah lelaki yang tidak mudah ditumbangkan. Tapi… Akan tiba masanya dalam hidup ini di mana merelakan adalah satu-satunya pilihan yang tersisa, bukan? …

Continue reading Manifesto kesedihan, merayakan kekalahan

Hidupi hidupmu: manifesto individualis

Mengapa kamu tinggalkan jalan yang lurus dan terbuka hanya untuk berada di jalan sempit yang sukar ini? Tahukah kamu, wahai bocah kecil, ke mana akan kamu bawa dirimu? Jurang yang tidak terhingga bisa saja menantimu di depan sana. Tidak seorang pun, bahkan para penjahat, berani menyusuri jalan itu. Tetaplah berada di jalan yang lebar dan …

Continue reading Hidupi hidupmu: manifesto individualis