Tengah malam #3

Sore itu kita bisa saja terbang bersama menyusul senja di mana kita pernah mengira bisa bersama kita bakal mengenang malam-malam sesudahnya bahkan saat kita telah berada di pagi yang sama sekali berbeda rasa. Aku merenungi angin dengan penderitaan yang kurayakan bersama kembalinya senja di pelataran aku mengira kita bakal bertemu kembali setiap malam di jalanan …

Continue reading Tengah malam #3

Advertisements

Kita: gugusan takdir dari gigil malam, dari silau pagi

Kamu tahu, V perempuan adalah percampuran rahasia dan keindahan menyeret lelaki ke dalam kegelisahan membiarkan lelaki ditelanjangi kerinduan yang berjejer di sepanjang jalanan bak tentara bersiap pergi perang menjemput kematian. Kamu pasti tahu, V bahwa masing-masing kita adalah serangkaian takdir dari gigil malamhari, dari silau pagihari lantas kita menyusun getir pada setiap senja yang dikebiri …

Continue reading Kita: gugusan takdir dari gigil malam, dari silau pagi

Tengah malam #2

Kita berlari mengkhianati matahari bahkan mencurangi berkah yang terberi menghapus gelisah dan segala resah pada malam dan pada segala yang sunyi. Kita berharap bisa menyetubuhi bulan merasuk pelan ke jantung kesedihan setelah susah-payah menipu keganasan siang. Kita harus merahasiakan semua yang semestinya rahasia erat menyimpannya di batok kepala biar saja kita terasing dan mojok dalam …

Continue reading Tengah malam #2

Mari mempercepat malam dan menyetubuhi pagi: kali ini kita akan mencurangi waktu

#Untuk D. Kita pernah terikat dalam buaian malam menyaksikan bulan dan bintang menjadi muram meresapi dingin yang suram: terjebak dalam hati yang sepi, di antara nyanyian lampu kota yang tidak bisa dimengerti lupa bagaimana caranya merayakan pagi. Hening … Sunyi … Emosi mulai mengering, hampir mati, bersembunyi dalam jantung berbentuk persegi. Aku selalu saja mati …

Continue reading Mari mempercepat malam dan menyetubuhi pagi: kali ini kita akan mencurangi waktu

Pengembara malam

Kita dirutuki para penyembah pagi sebab kita hanya mengenal malam mata kita semakin redup, nyaris mati namun hasrat kita tidak pernah padam. Kita, para pengembara malam tuan bagi kesunyian sendiri puan bagi kesenyapan sendiri kita tidak peduli esok pagi. Sebab pemberani seringkali sendiri mengakrabi senyap, mengarib sunyi menghidupi sepi dalam hati tentang nasib malam ini …

Continue reading Pengembara malam

Malam ini tidak ada syair untukmu, puan

Tidak ada syair yang bisa kamu setubuhi malam ini aku sedang sibuk membunuhi mimpi menguburnya di persimpangan masa lalu dan masa depan sementara kesengsaraan dan kebahagiaan dijual, sebagai hiburan. Tutup pintumu, matikan lampu kamarmu sebab malam ini, puan, tidak akan ada syair untukmu aku sedang sibuk membunuhi mimpi dan rindu. {}

Tengah malam

Yang bisa aku bisikkan hanyalah nafas tersengal-sengal beradu dengan hasrat yang tidak ingin dipenggal. Lalu aku jentikkan segala macam mantra dan doa -- apa saja agar tenang menunggu pagi mengantarkan senja. Sebab, keresahan yang berantakan seringkali berlarian kadang pula berjalan sembari asyik membunuhi harapan. Pada tengah malam, dirimu adalah diriku sibuk menjemur jantung, mengeringkan rindu. …

Continue reading Tengah malam