Lupa

Seisi kota lupa langit gulita sebab tidak ada bedanya toh siang-malam sama pekatnya tawa kian lantang di pesta-pesta lupa bahwa luka masih nganga. -- Ah, aku juga lupa bir dan bibirku sama-sama berbusa. {}

Advertisements

Hanya kita, sebelum habis senja dan tersesat lupa

Ada hari yang akan terus berlari menggerus kata tanpa henti menghapus rencana, membungkam mimpi. Aku dan kamu menjelajah lekuk rimba kata terus bermimpi, sekadar berencana sebelum habis senja dan tersesat dalam lupa. Akhirnya… tidak ada lagi kata, hanya kita mengubah rencana mengakali asa mencurangi moksa menggenapi wacana meneruskan cerita. Tanpa kata, tanpa surga dan neraka. …

Continue reading Hanya kita, sebelum habis senja dan tersesat lupa

Kita menjadi tua, dan lupa memulangkan peluk serta merumahkan kecup

Kita menuju tua, sayang; mengayuh sepeda ke kota enggan pulang dan kembali menjadi “kita” seperti terlahir dan dibesarkan hanya untuk diasingkan rindu satu meja warung kopi dibiarkan berdebu di atasnya tergeletak tumpukan surat tertanggal zaman yang telah lalu memanggil nama kekasih bersayap kupu-kupu. Kita mewujud tua, sayang; mendadak kita sudah tidak punya kata-kata untuk mengukir …

Continue reading Kita menjadi tua, dan lupa memulangkan peluk serta merumahkan kecup

Pada detak jam yang lupa waktu

Bagaimana kecupan malammu: apakah masih terlampau dingin? Jejakmu masih bisu saat kusapa dengan rindu lalu, aku merangkumnya menjadi satu ke dalam sebuah Sabtu bersama nyeri dan hasrat yang enggan meragu kelelahan adalah masa lalu saat kamu tertidur di pelukanku pada detak jam yang melupa waktu satu per satu kenangan runtuh di tubuhku. Bagaimana pelukan pagimu: …

Continue reading Pada detak jam yang lupa waktu

Ode untuk lupa

“Dalam lupa, saya selalu mengingat(kan)mu.” Kamu tidak pernah lagi singgah di cangkir kopi saya; kamu sudah lupa kebiasaan kecilmu itu. Seperti halnya saya yang lupa bagaimana merangkai asap rokok dengan pagi agar mewujud dirimu. Kita semakin lihai menenun wajah lupa yang tidak bakal pernah bisa basah karena kecup hujan. -- Saya, kamu, saat ini, hanyalah …

Continue reading Ode untuk lupa