Metropolutan

Bising meronta polusi suara senandungkan irama jalanan ingatan cuma pada kemacetan, mengaburkan hasrat pagi dalam deru laju kendaraan. Mata sudah lupa hijau rimbun pepohonan diganti warna-warni beton yang memilukan potongan tubuh surga berlabel harga membeku dipajang berderet dalam etalase urban. Terang lampu kota itu mungkin saja palsu, tapi wajah-wajah muram di bawahnya adalah kenyataan beberapa …

Continue reading Metropolutan

Advertisements

Jalan kenang di kota sialan

Derap langkah kembali membawa diri ke jalan itu, jalan kenang di kota sialan. Aku mencium aromamu yang pernah kukubur dalam-dalam di sana: sorot mata yang selalu meneduhkan senyum yang begitu menyenangkan jari-jemari yang mampu menenangkan kerinduan dan membelah kebencian segalanya kembali mewujud nyata, membuka kotak yang telah lama membunuhku secara perlahan. Di sudut jalan itu, …

Continue reading Jalan kenang di kota sialan

Pada ingatan tentang sebuah kota, kupukupu, dan senja

Di kota sialan ini saya mencintai kupukupu dan senja. Rindu yang tidak kunjung padam kembali mewujud dalam pergumulan asap rokokputih dan uap kopihitam. Dan perempuan dengan tatapan mata yang teduh beranjak pergi membawa sekoper harapan dan kenangan yang saling bunuh dalam genggaman jari-jemari tangannya. (Kamu dan kenangan.) Kerlip bintang di atas sana mengerjap mengingatkan saya …

Continue reading Pada ingatan tentang sebuah kota, kupukupu, dan senja

Kota (dan kenangan) #2

“Kenangan selalu berlebihan: ia mengulangi tandatanda yang ada agar sebuah kota mulai mengada.” Di balik lima sungai yang mengarah ke satu tempat, muncullah sebuah kota yang mungkin saja tidak bakal bisa kamu lupakan, bukan karena kota ini meninggalkan citra ganjil dalam ingatanmu -- seperti halnya kotakota kenangan lainnya yang pernah kamu singgahi. Kota ini memiliki …

Continue reading Kota (dan kenangan) #2

Kota (dan kenangan)

“Kamu bisa menjelajahinya di dalam pikiran, tersesat, beristirahat dan menikmati udara sejuknya, atau kamu bisa pergi melarikan diri darinya.” Pada akhir hari ketiga bulan sepuluh, pergilah ke arah utara dan kamu bakal tiba di sebuah kota dengan senja keemasan yang begitu melodius serta dipenuhi kupukupu yang beterbangan tanpa takut sayapnya terbakar di setiap pagi menjelang. …

Continue reading Kota (dan kenangan)