Jalanan kota

Di jalanan kota aspal, batu hampar, dan dinding bata gerimis, tanpa senja menyapa pohon-pohon renta yang tersisa juga para pemburu rente dari utara yang asing pada tanah kelahirannya sepertiku, yang lupa jalan pulang ke rumah. {ѧ}

Advertisements

Sanstitre #28

Di kota, sebuah halaman yang luas namun sesak, apa kabar mitos-mitos? Seekor anjing lidahnya patah siapa yang menggonggong? Lima remaja tertidur di bangku taman siapa yang terbentur merayakan diam? Waktu membeku pada dinding batu jangan tanya nama-nama yang dikenang penduduk kota, sial adalah keniscayaan abadi bagi mereka. Di kota, sebuah halaman yang luas namun sendat, …

Kita: serapah pitanggang kepada terang

/1/ Di ujung salah satu gang perumahan, deret nomor tiga teras rumahmu bertembok putih membuncah dengan lantai keramik biru tua yang lupa usia muda dengan pagar besi warna senja rekah bertaman bunga yang dipepatkan dalam pot-pot plastik dipajang berjejer laiknya serdadu antik dari sela-sela keheningan bernada matamu padaku sederhana serupa teduh pohon di musim kemarau. …

Metropolutan

Bising meronta polusi suara senandungkan irama jalanan ingatan cuma pada kemacetan, mengaburkan hasrat pagi dalam deru laju kendaraan. Mata sudah lupa hijau rimbun pepohonan diganti warna-warni beton yang memilukan potongan tubuh surga berlabel harga membeku dipajang berderet dalam etalase urban. Terang lampu kota itu mungkin saja palsu, tapi wajah-wajah muram di bawahnya adalah kenyataan beberapa …

Jalan kenang di kota sialan

Derap langkah kembali membawa diri ke jalan itu, jalan kenang di kota sialan. Aku mencium aromamu yang pernah kukubur dalam-dalam di sana: sorot mata yang selalu meneduhkan senyum yang begitu menyenangkan jari-jemari yang mampu menenangkan kerinduan dan membelah kebencian segalanya kembali mewujud nyata, membuka kotak yang telah lama membunuhku secara perlahan. Di sudut jalan itu, …