Pecah seperti cangkir kopi yang jatuh dari meja makan — dan pagi bakal merapikanmu kembali…

Padamkan lampu kamar tidurmu kenakan kacamata hitam itu pejamkan matamu biar gelap menjadi lebih hitam lebih kelam dari malam ini saatnya menutup diri dari keramaian mengurai keluh, mengistirahatkan lelah kepadamu, aku mungkin bakal datang sebentar lagi dengan sisa kopihitam di pangkal lidah dan aroma rokokputih dalam pendar cahaya lilin kecil mengecupmu, mengajakmu menari menyesap ekstase …

Continue reading Pecah seperti cangkir kopi yang jatuh dari meja makan — dan pagi bakal merapikanmu kembali…

Advertisements

Lelaki dan secangkir kopi

Lelaki itu lebih suka berkawan kopi menghabiskan sisa hari dalam balutan asap rokokputih percikan gerimis melumati kaki menyuguhkan melankolia di pelataran jantung berbentuk persegi kerinduan menumpuk di tangan kiri menyerupa belati lelaki itu lebih suka berkawan kopi, hingga malam benar-benar mati. {}

Bapak penyeduh kopi

Di salah satu sudut kota yang pengap dan gelap gerimis membekukan keramaian dalam sekejap wajah lapar penyeduh kopi bungkam lidahnya getir terperangkap ilusi para jahanam bibir kelu menyesap pedih yang tiada habisnya pikiran hanya soal besok anak-istri harus makan apa. {}

Selalu ada sepasang kekasih di antara setan yang menyendiri — dan kopi itu hitam, sayang

/1/ Mencintaimu. Saya merasa seperti Pandora yang tergila-gila pada kotak yang menyimpan segala kutukannya sendiri. Menuju tersesat di mata teduhmu, bagi saya, adalah harapan untuk menyelesaikan kerumitan lagi, setelah saya gagal menuntaskan kerumitan yang lain. Saya bakal mencoba mencurangi waktu untuk membebaskan diri dari kerinduan yang sudah terlalu lama meremas jantung saya: untukmu. /2/ Sepuluh …

Continue reading Selalu ada sepasang kekasih di antara setan yang menyendiri — dan kopi itu hitam, sayang

Dari dalam secangkir kopi

“Siapa yang akan berperang melawan kesunyian?” Aku melihat seekor serigala muncul perlahan dari secangkir kopihitam dengan mata menyala dengan raut muka penuh dendam tanpa apa-apa, tanpa aba-aba hendak menerkam menantang kepongahan dunia fana atau malah ingin menagih rindu yang muram, yang entah milik siapa. Seorang perempuan menyandarkan lelahnya pada aroma kopi yang tersisa lantas pergi …

Continue reading Dari dalam secangkir kopi

Sanstitre #15

Kopihitam dan rokokputih, tidak ada perpaduan yang lebih sempurna dari itu. Semesta mendadak hening tidak ada kicauan burungburung tidak ada tawa riang sekumpulan bocah. Lengang. Tenang. Semua memilih meringkuk dalam peluk hangat, direngkuh pulang pada rumah kerinduan masingmasing. Kopihitam dan rokokputih: semacam keadilan alam semesta. {}

Suatu ketika di antara gaduh malamhari

Kita hidup di bawah sini dalam endapan ampas kopi terlahir dalam wujud bayi belajar menghitung langkah kaki lalu menggelap pelanpelan menuju mati. Kita hidup di bawah sini dalam endapan ampas kopi lalu pelanpelan mati. Lalu … mati. {}