Kita: serapah pitanggang kepada terang

/1/ Di ujung salah satu gang perumahan, deret nomor tiga teras rumahmu bertembok putih membuncah dengan lantai keramik biru tua yang lupa usia muda dengan pagar besi warna senja rekah bertaman bunga yang dipepatkan dalam pot-pot plastik dipajang berjejer laiknya serdadu antik dari sela-sela keheningan bernada matamu padaku sederhana serupa teduh pohon di musim kemarau. …

Advertisements

#DaftarPutar, part five: “this is not a love story, this is a story about love…”

#Untuk Kanjeng Ratu F: jujur saya akui — kamu membikin saya jatuh-cinta dan patah-hati dengan sukarela; yang pernah ada, kini purna sudah … atau kita cuma berganti nama?

Mbak F, kesayangan,.

Saat sedang jatuh sejatuh-jatuhnya kepada perempuan manis sepertimu, seorang manusia sok tangguh macam saya bisa berbicara melantur tentang masa-masa indah di depan mata, bisa merasakan perasaan tenang sekaligus menggemaskan saat berdua denganmu, dan bahkan bisa kehilangan daya kritis karena senyum ikhlasmu. Jatuh cinta kepadamu, bagi manusia sok tangguh macam saya, juga punya arti untuk berupaya membuka kembali luka lama, untuk rela memberikan sesuatu yang pernah saya tutup rapat-rapat kepada sosok asing, untuk merasakan kembali getaran sukacita yang pernah saya sumpah serapahi atau untuk sekadar menyesap getir nasib yang terlampau brengsek.
Continue reading “#DaftarPutar, part five: “this is not a love story, this is a story about love…””

4 Oktober dan sepotong kenangan tentang “Kita”

Saya lupa entah kapan persisnya kamu memberikan kotak kaleng bekas biskuit yang berisi salah satu fotomu menggamit boneka beruang superbesar pemberian saya itu. Simpanlah dan isi dengan sesuatu tentang “Kita” nantinya, kurang-lebih itu ucapanmu ketika memberikan kotak kaleng (yang sekarang saya sebut sebagai “Kotak V”, meniru Kotak Pandora) itu. Namun saya ingat persis reaksi pertama …

Jika bukan ini, lalu apa? #4

Kita melahirkan dan dilahirkan oleh jiwa yang tidak kita kenal----- ----kita adalah teka-teki yang tidak teterka siapa pun kita adalah dongeng yang terperangkap dalam khayalannya sendiri kita adalah apa yang terus berjalan, tanpa pernah tiba pada pengertian. {}

Kita: gugusan takdir dari gigil malam, dari silau pagi

Kamu tahu, V perempuan adalah percampuran rahasia dan keindahan menyeret lelaki ke dalam kegelisahan membiarkan lelaki ditelanjangi kerinduan yang berjejer di sepanjang jalanan bak tentara bersiap pergi perang menjemput kematian. Kamu pasti tahu, V bahwa masing-masing kita adalah serangkaian takdir dari gigil malamhari, dari silau pagihari lantas kita menyusun getir pada setiap senja yang dikebiri …