Kita yang kekal dalam ketiadaan

Pagi masih berkisah tentang rindu yang belum tuntas. Malam masih bercerita tentang dendam yang harus dibalas. Dan, pada satu masa, izinkan saya kecupkan hasrat kita pada keteduhan mata di wajah senja milikmu. * * * * * Saya mengumpulkan kembali sisa-sisa berkah semesta yang tercecer di pelataran depan rumah. Jangan pernah bertanya apa yang saya …

Continue reading Kita yang kekal dalam ketiadaan

Advertisements

Memudar dalam ketiadaan

Tidak ada apa-apa di dalam syair ini. Tidak ada pantai dengan angin sepoi-sepoi di mana saya bisa bebas merebahkan lelah untuk mengagumi senja, sekaligus menyadari bahwa saya adalah partikel sepele di tengah semesta yang tanpa batas. Tidak terlihat kerlip lampu dari perahu para nelayan yang bergerak memetakan lautan, sementara di sana, di langit paling utara, …

Continue reading Memudar dalam ketiadaan

Ketiadaan tuhan

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta -- ini untuk menjawab pertanyaanmu kenapa saya tidak pernah menemanimu pergi shalat ke masjid, sayang. Saya tidak pernah menganggapmu terlalu kecil untuk belajar atau mengetahui sesuatu, meski saya juga tidak memiliki ekspektasi apa pun ketika kamu nantinya membaca tulisan ini. Yang terpenting adalah saya selalu cinta dan bakal terus-menerus mencoba …

Continue reading Ketiadaan tuhan