Dalam kamar, di atas kasur busa

Jantung mendadak berdegup kencang amarah beranjak dari sudut kamar meneriakkan perang ke segala ruang siap menghunuskan belati paling berbisa. Namun kantuk kian merunduk mengamini sepi belati itu menari-nari di atas hati sendiri. {}

Dinding kamar

Dinding kamarku… dari dadanya, bunga bermekaran aku menjadikannya kenangan, pelarian membungkam lidahlidah kepalsuan; dari mulutnya, cinta dan amarah bersahutan memecah tawa menggulung bayangan menikam jantungjantung kemunafikan; dari kepalanya, syair-syairku berlarian seperti gerak tari sebuah perayaan menelanjangi tubuhtubuh kerinduan. {}