#BanalitasHarian: duaribudelapanbelas

Saya sudah lupa kapan terakhir kali melewati malam pergantian tahun dengan melarutkan diri dalam ingar-bingar orang banyak untuk menikmati gemerlap kembang api yang dinyalakan tepat jam 12 malam sembari saling mengumbar resolusi tahun berikutnya dan pencapaian tahun sebelumnya. Delapan tahun yang lalu, atau sembilan tahun kemarin, mungkin sepuluh tahun silam -- entahlah, saya benar-benar lupa. …

Continue reading #BanalitasHarian: duaribudelapanbelas

Advertisements

Sebab pertemuan tidak melulu soal menepati janji

// pagi // Kamu membawa secangkir kopi beraroma senja. Untuk pemuja malam, ucapmu seraya membenarkan letak rambut dan mengecup saya manja. Malam yang pekat, sepekat rindu yang diseduh luka. // ranum senja // Maka senyum itu menandakan cinta yang purna. Saya membalasnya serupa janji usang pecinta kepada kekasihnya. Juga sepotong gairah paling purba. Lalu sepenggal …

Continue reading Sebab pertemuan tidak melulu soal menepati janji

Duaributujuhbelas

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: almanak 2016 sudah resmi masuk keranjang sampah, sayang. Selamat menjalani (dan, semoga, menikmati) 2017! Bulan depan bakal ada perayaan! Rayna, sayang. Membikin, untuk kemudian mengumbar, resolusi menyambut kedatangan tahun baru sudah menjadi tradisi bagi orang-orang saat ini. Mereka beranggapan bahwa akhir tahun merupakan momen yang pas untuk berkontemplasi, untuk merenung, …

Continue reading Duaributujuhbelas