Balada untuk rindu yang semakin jalang

/1/ Sedang dirundung mendungkah langitmu, puan betina? Sosokmu tampak membisu dalam sukacita yang saya upayakan. Mungkin sesekali sore lebih baik tanpa senja. Biar hujan yang ganti memeluknya. Gaduh air yang berebut jatuh bagus untuk tumbuhan di depan rumah. /2/ Tampaknya rumah telah membiasakanmu pada sesat -- menyembunyikanmu dalam labirin dengan altar pemujaan yang begitu banyak …

Continue reading Balada untuk rindu yang semakin jalang

Rindu yang jalang

Kita berdua tidak memiliki apa-apa aku tersesat dalam senyummu yang mulai berkarat menyendiri dalam gua beralaskan melankolia. Kita berdua tidak memiliki apa-apa kamu menguap menjadi asap terus melayang, terbang menjadi bayang. Kita berdua tidak memiliki apa-apa … … kecuali hanya rindu yang jalang. {}