Jika bukan ini, lalu apa? #5: pada sepenggal kenangan tentang sabuk pengaman, jarak, hujan, dan ayah

“When I’m pitched through the windshield, I hope the last thing that I felt before the pavement was my body float, I hope my soul goes too.” Ayah saya mati karena kecelakaan mobil dalam sebuah perjalanan yang seharusnya membikin kami sekeluarga bahagia, namun malah berubah menjadi tragedi yang memilukan dan menyesakkan dada. Saya masih berusia …

#BanalitasHarian: hujan selalu menunggu di depan pintu

FORMASI album musik dalam daftarputar Winamp laptop butut saya sepekan terakhir ini sok-sokan ingin membuktikan frasa bahwa “sebenarnya tidak ada musik yang terlampau rumit atau terlalu keras dan kencang, yang ada cuma kuping yang sudah lelah atau terlalu tua” … -- Nirvana (Nirvana, 2002) -- Dookie (Green Day, 1994) -- How Could Hell Be Any …

Menggigil seperti aspal selepas hujan

Batin kita seumpama pekat hitam aspal pada musim hujan saat malam mengental dinaungi redup cahaya lampu jalanan menggigil kedinginan, sendirian sunyi dan sepi seolah mengabadi. Ada yang datang, untuk kemudian pergi kita tetap di sini dengan batin sendiri kedinginan dan sunyi lupa caranya menyalakan api atau tidak ingat bagaimana bentuk pagi. Batin kita serupa aspal …

And it rained all night (it’s alright, just close your eyes and sleep tight)

Di antara bangunan beton yang berbaris rapi layaknya serdadu perang kawanan burung melintas kebingungan mencari tempat peristirahatan pepohonan sudah lama menghilang atau sengaja dihilangkan demi laju sejarah kemanusiaan. Di sejengkal pelataran pusat perbelanjaan petang mulai mendekap syahdu senja di ujung cakrawala memaksa untuk menghayati apa-apa yang belum terbuka namun semuanya sepakat untuk menyalakan lilin kesia-siaan. …

Sanstitre #23

Karena hujan bukan hanya tentang air yang berebut jatuh ia juga serupa rindu yang selalu gaduh nyanyian merdu dari zaman yang telah lalu irama bebunyian yang tidak pernah mau mengalah pada sang waktu yang manis dan yang tragis genap menyatu, utuh. {}