Hitam

/1/ Hitam bukan hanya sekadar putih yang menggelap kelam ia adalah sekelumit kisah dari sang manusia yang rajin memetakan rindu di setiap malam kepada pagi, dengan tatapan polos penuh damai, ia melayarkan tumpukan hasrat untuk menggenapi dendam menyelimuti kalbu kasih senja yang mulai memudar diterkam padam. /2/ Kapan ia akan datang untuk bersandar? Bukankah di …

Continue reading Hitam

Selalu ada sepasang kekasih di antara setan yang menyendiri — dan kopi itu hitam, sayang

/1/ Mencintaimu. Saya merasa seperti Pandora yang tergila-gila pada kotak yang menyimpan segala kutukannya sendiri. Menuju tersesat di mata teduhmu, bagi saya, adalah harapan untuk menyelesaikan kerumitan lagi, setelah saya gagal menuntaskan kerumitan yang lain. Saya bakal mencoba mencurangi waktu untuk membebaskan diri dari kerinduan yang sudah terlalu lama meremas jantung saya: untukmu. /2/ Sepuluh …

Continue reading Selalu ada sepasang kekasih di antara setan yang menyendiri — dan kopi itu hitam, sayang

Sanstitre #15

Kopihitam dan rokokputih, tidak ada perpaduan yang lebih sempurna dari itu. Semesta mendadak hening tidak ada kicauan burungburung tidak ada tawa riang sekumpulan bocah. Lengang. Tenang. Semua memilih meringkuk dalam peluk hangat, direngkuh pulang pada rumah kerinduan masingmasing. Kopihitam dan rokokputih: semacam keadilan alam semesta. {}

Hitam, memerah…

Tangan hitam berlumur darah merah terengah-engah menguasai bosan. Tangan hitam berlumur darah merah terengah-engah merampok harapan. Tangan hitam berlumur darah merah terengah-engah mengakali kenyataan. Tangan hitam berlumur darah merah terengah-engah dalam pelukan kenangan. Hitam, memerah lalu binasa, sendirian. {}