Hanya hening yang mewujud nyata, mengulum cinta

Saya dan kamu sudah terlalu sering menghabiskan hari dengan hal-hal yang tidak berguna, ketimbang berupaya melipat jarak untuk mempertemukan dan merendam rindu ke dalam cawan yang berisi hasrat dan berahi kita berdua. Rindu adalah hal terakhir yang ada di dalam pikiran dan jantung kita, dipaksa mengalah dengan rutinitas kehidupan harian yang banal. (Saya berharap untuk …

Continue reading Hanya hening yang mewujud nyata, mengulum cinta

Kehampaan bernyawa yang menyatakan cinta

/1/ Mata serupa kotak yang menyimpan serapah, juga berkah menimang tubuh yang menggeliat terbakar lelah syaraf mendenyutkan mantra menenangkan gelisah hingga akhirnya jatuh ke dalam geloranya yang basah. “Cinta adalah gerak jutaan atom yang bersekutu melintasi ruang dan waktu agar aku bisa mengenalimu.” /2/ Senandung nada tanpa biduan lirih memanggil rindu di tengah lautan mengusik …

Continue reading Kehampaan bernyawa yang menyatakan cinta

Terlahir dari dendam

Saya, terlahir dari serpihan dendam di antara kehangatan semu peradaban yang suram di antara kilauan kerlap-kerlip cahaya kota di antara gedunggedung yang berbaris rapi seperti tentara di antara nyanyian mesinmesin pabrik yang membosankan di antara tarian mobilmobil yang menyedihkan di antara mereka yang selalu meneriakkan “kebenaran” di antara mereka yang menghilangkan kreasi dan inisiatif di …

Continue reading Terlahir dari dendam

Join the resistance: fall in love!

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: biar saja cuma Efek Rumah Kaca yang mengoceh bahwa “jatuh cinta itu biasa saja”. Kita tidak perlu mengamini ungkapan itu seperti mereka. Bagi saya -- dan kamu bakal mengalaminya juga, sebentar lagi -- cinta itu sungguh luar biasa dan subversif! Jatuh cinta adalah tindakan utama dari revolusi, sebuah perlawanan terhadap …

Continue reading Join the resistance: fall in love!