Sepakbola yang melahirkan aksi perjuangan melawan lupa

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: perjuangan melawan ketidak-beresan dan ketidak-adilan bakal terus ada di mana pun dalam bentuknya masing-masing, dan hal paling sederhana yang bisa kita -- saya dan kamu -- lakukan adalah bersolidaritas dan mengabarkannya, meneruskan bara api perlawanannya agar terus membesar dan membakar habis kebengisan sampai tiada sisa. Rayna, sayang,. Tahun 1978. Argentina …

Advertisements

Merayakan Kartini #2

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: dengan isi kepala yang terus berotasi dan hati sekuat jati, kamu punya kebebasan untuk berproses dan berjuang menjadi apa pun yang kamu mau; saya cuma bisa berpesan satu hal ini saja -- jangan lupa minum sehabis makan. “Aku hendak, aku mesti menuntut kebebasanku. Aku hendak, Stella, aku hendak, terdengarkah olehmu? …

Merayakan perjuangan perempuan #3

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: tidak usah terlalu merisaukan sindiran omak dan ibukmu tentang melorotnya nilai-nilai ujianmu yang membikin mereka berdua agak kecewa -- melampaui itu semua, saya pikir sudah waktunya bagi kamu untuk mulai menghidupkan dalam pikiran dan hatimu suatu kebutuhan untuk berjuang menantang dan melawan kekuatan-kekuatan tertentu yang telah merampas-paksa hak manusia untuk …

Penulis dan tulisannya yang menjelma horor

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: semoga tulisan-tulisan remeh saya tidak menjadi horor bagimu di kemudian hari; amen-ra(y)! Rayna, sayang,. Menjadi seorang penulis bukanlah pilihan yang tepat jika kamu ingin hidup tenang dan nyaman. Tulisan -- meminjam istilah Jacques Derrida (seorang filsuf Prancis keturunan Yahudi yang lahir di Aljazair) dalam esainya berjudul Plato’s Pharmacy yang berupaya …

RPRB #2

Kira-kira setahun yang lalu, ada puisi empat bait satu baris dengan diksi yang sedap dan meledak-ledak nongol di kolom komentar blog kacangan ini dari seorang perempuan yang saya yakin dia adalah sosok yang tangguh, manis, liat, dan cerdas -- saya belum pernah bertemu langsung dengannya. Puisi yang ditulis dengan begitu indah dan garang ini dipersembahkan, …