Lebaran, atau apalah itu namanya

Di lebaran kali ini… Jangan lupa merangkai kalimat paling tulus dan indah untuk kamu kirimkan ke keluarga, kekasih, dan kawan-kawanmu, yang sekaligus pula untuk membungkus kebangsatanmu di depan mereka. Jangan lupa unggah swafoto-mu ketika makan ketupat bersama sang kekasih agar seluruh dunia tahu bahwa kamu tidak sendiri lagi pada edisi lebaran tahun ini. Oh iya, …

Continue reading Lebaran, atau apalah itu namanya

Lupa

Seisi kota lupa langit gulita sebab tidak ada bedanya toh siang-malam sama pekatnya tawa kian lantang di pesta-pesta lupa bahwa luka masih nganga. -- Ah, aku juga lupa bir dan bibirku sama-sama berbusa. {}

Nyeri

Nyeri bukan sebab luka sayat di jantung persegi ketika aku, tanpa ibu-ayah, menjalani hari-hari sendiri nyeri ada sebagai bekal kelahiranku di Bumi rasa sakit purba yang tidak seorang pun bisa memahami lebih asing ketimbang tuhan atau cinta itu sendiri. ~ Nyeri ini kunamai puisi. {}

Kepada tubuh

Kaki tiba-tiba patah tidak bisa dipakai melangkah. Tangan pun mendadak runtuh tidak bisa lagi merengkuh. Bibir malah lebih dulu pecah tak tersisa celah untuk bersumpah. Hanya pada mata yang rapuh ada rindu dan cinta terjaga utuh. {}

Lelaki yang memasuki api

Ia memasuki api tak dijumpainya Eros, tidak pula segala dewa ia seutuhnya sendiri terlingkup udara jelaga. Ia memasuki api bukan untuk menemukan yang dicari ia telah memasuki api karena ia lelaki bersemadi mengakrabi diri sendiri. Ini sunyi, menjelma api. Inti puisi, menjelma api. {}

Rahasia

Rahasia merupakan kenyataan yang sengaja diasingkan menyendiri pada kesenyapan yang begitu akrab ~ (Dia serupa musik yang tidak merindukan suara,. Dia seperti malam yang melupakan pagi,. Dia menjelma luka yang gagap pada pedih,.) ~ maka biar saja menyendiri bersama kesenyapan yang begitu akrab karena rahasia adalah kenyataan yang sengaja diasingkan. {}