Semacam kronik “ke atas sana”: overpopulasi dan distopia masa depan

[11:07 am] Pengujung malam, beberapa waktu yang lalu: Perjalanan Nun Jauh ke Atas Sana, buku tipis dengan formasi utama dua cerpen (cerita pendek) -- yang berkelindan dalam semesta fiksi yang sama -- karangan Kurt Vonnegut yang diterjemahkan Widya Mahardika Putra terbitan Penerbit OAK (cetakan pertama, September 2017), tandas dalam waktu kurang dari satu jam saja. …

Advertisements

Sanstitre #30

Ketika bintang utara menjingga-merah laut dan langit terbelah yang benar dan yang salah tidak akan pernah bisa saling asah maka: bagi pekasih, semua luka adalah sedekah segala doa adalah sumpah serapah. {ѧ}

Sanstitre #29

Ini ruang tanpa nama: lahir dari rahim Ibu yang terlunta, lubuk api sabuk Semesta. Keagungan menyimpan pesona, dari mata serigala yang meninggalkan tanah airnya. Tarian tombak sederhana hingga derap mesin senjata. Sebuah kampung muncul dari dalam cerita. Menjadi sumber warisan, arena rebutan dan kubangan air mata. Kenapa wajah-wajah dipecah pada kumpulan mozaik? Air mengalir -- …

Jalanan kota

Di jalanan kota aspal, batu hampar, dan dinding bata gerimis, tanpa senja menyapa pohon-pohon renta yang tersisa juga para pemburu rente dari utara yang asing pada tanah kelahirannya sepertiku, yang lupa jalan pulang ke rumah. {ѧ}

Fragmen Malang

Buih Malang sunyi merintih di tengah kerumunan musim hujan perlahan menepi di pinggir jalan malam-malam memilin perih dan sang pencinta sibuk memanggil suara-suara dari kedalaman ingatan jalan kenang yang terhimpit labirin teras depan yang tidak henti meraung-raung di antara tembok dan batu hampar lampu kota dan penjaja kopi ketengan kabut dan asap: Malang adalah harapan …