#BanalitasHarian: hujan selalu menunggu di depan pintu

FORMASI album musik dalam daftarputar Winamp laptop butut saya sepekan terakhir ini sok-sokan ingin membuktikan frasa bahwa “sebenarnya tidak ada musik yang terlampau rumit atau terlalu keras dan kencang, yang ada cuma kuping yang sudah lelah atau terlalu tua” … -- Nirvana (Nirvana, 2002) -- Dookie (Green Day, 1994) -- How Could Hell Be Any …

Continue reading #BanalitasHarian: hujan selalu menunggu di depan pintu

Advertisements

#BanalitasHarian: a poor man’s memory

Saya selalu percaya bahwa seorang penulis kreatif dan hebat selalu membuka tulisannya dengan kalimat bagus yang bisa melekat selamanya dalam ingatan pembacanya. Setidaknya, seorang penulis bagus memiliki kesadaran dan kreativitas mumpuni untuk mengerahkan tenaga dan pengetahuannya, bertarung dengan diri sendiri, demi mendapatkan kalimat pembuka yang sanggup memikat para pembaca. Saya selalu kagum, sekaligus jengkel dan …

Continue reading #BanalitasHarian: a poor man’s memory

#BanalitasHarian: duaribudelapanbelas

Saya sudah lupa kapan terakhir kali melewati malam pergantian tahun dengan melarutkan diri dalam ingar-bingar orang banyak untuk menikmati gemerlap kembang api yang dinyalakan tepat jam 12 malam sembari saling mengumbar resolusi tahun berikutnya dan pencapaian tahun sebelumnya. Delapan tahun yang lalu, atau sembilan tahun kemarin, mungkin sepuluh tahun silam -- entahlah, saya benar-benar lupa. …

Continue reading #BanalitasHarian: duaribudelapanbelas

#BanalitasHarian: semacam ulasan singkat

Simpelnya adalah cuma soal apa-apa yang saya nikmati akhir-akhir ini, tidak lebih dan tidak kurang ~ Bacaan: [1] The Searchers, artikel indah yang ditulis oleh Alex Ross dan tayang di The New Yorker, tentang betapa kerennya unit musik bernama Radiohead. “Ed O’Brien, Colin Greenwood, Phil Selway, Thom Yorke, and Jonny Greenwood: combining boyish riddles with …

Continue reading #BanalitasHarian: semacam ulasan singkat

#BanalitasHarian: sepenggal demi sepenggal yang masih bisa diingat

Tidak ada satu sumber penerangan apa pun di sekeliling saya. Semuanya hitam. Segalanya gelap. Beberapa saat kemudian, sayup-sayup terdengar suara perempuan: familier, tapi jauh dan pelan. Saya berjalan mencari sumber suara itu, atau setidaknya saya merasa seperti sedang berusaha berjalan menuju suara samar-samar itu. Dengan perlahan, suara itu terdengar semakin jelas dan sedang berbicara kepada …

Continue reading #BanalitasHarian: sepenggal demi sepenggal yang masih bisa diingat

#BanalitasHarian: masih yang itu-itu juga

Sederhananya, beberapa hal yang saya konsumsi dalam tujuh hari terakhir ini. Apa yang saya dengarkan? [1] x (2014) dari Ed Sheeran: emosi setiap orang, lirik gamblang, dan rasa sakit yang bisa dikaitkan ke semua orang. Itulah cetak-biru Ed Sheeran di album ini, dan kita -- saya dan kamu -- pernah merasakan apa-apa yang dinyanyikan oleh …

Continue reading #BanalitasHarian: masih yang itu-itu juga

#BanalitasHarian: sesimpel itu, huh?

Dengan cara yang paling sederhana, hari-hari berlalu begitu saja dalam sepekan terakhir… Horor pada akhir pekan pertama bulan Juni ini masih menyisakan trauma yang mengental di batok kepala dan luka yang setengah kering di dada, sementara aktivitas membudak masih menyita nyaris separuh rutinitas harian. Di sela-sela kesederhaan yang kelewat biasa-biasa saja itu saya berhasil menamatkan …

Continue reading #BanalitasHarian: sesimpel itu, huh?