Nyeri

Nyeri bukan sebab luka sayat di jantung persegi
ketika aku, tanpa ibu-ayah, menjalani hari-hari sendiri
nyeri ada sebagai bekal kelahiranku di Bumi
rasa sakit purba yang tidak seorang pun bisa memahami
lebih asing ketimbang tuhan atau cinta itu sendiri.

~ Nyeri ini kunamai puisi. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s