Kepada tubuh

Kaki tiba-tiba patah
tidak bisa dipakai melangkah.

Tangan pun mendadak runtuh
tidak bisa lagi merengkuh.

Bibir malah lebih dulu pecah
tak tersisa celah untuk bersumpah.

Hanya pada mata yang rapuh
ada rindu dan cinta terjaga utuh. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s