Sanstitre #25

Perempuan itu
pemilik senyum melodius itu
menemukan kembali ingatannya
dalam tarian senjakala.

Betapa gerak kakinya yang lincah
gamblang mengayun di tepian sore yang gerah
seperti angin yang meruah.

Sepasang matanya tak bergeming ditumbuki waktu
keukeh menyangga ke-Esa-an rindu
sedang di raut wajahnya terselip kesedihan
mencari cinta sebagai hasrat penghabisan
juga mencari persahabatan
yang ditinggalkan entah di mana
demi takdir yang entah ditulis oleh siapa.

Sungguh, perempuan itu bukan seorang ahli apa-apa
kecuali menjadi setia pada seonggok janji purba.

Perempuan itu
pemilik senyum melodius itu
menemukan kembali ingatannya
dalam tarian senjakala…

…dan mengajakku memunguti masa lalu. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s