And it rained all night (it’s alright, just close your eyes and sleep tight)

Di antara bangunan beton yang berbaris rapi layaknya serdadu perang
kawanan burung melintas kebingungan mencari tempat peristirahatan
pepohonan sudah lama menghilang
atau sengaja dihilangkan demi laju sejarah kemanusiaan.

Di sejengkal pelataran pusat perbelanjaan
petang mulai mendekap syahdu senja di ujung cakrawala
memaksa untuk menghayati apa-apa yang belum terbuka
namun semuanya sepakat untuk menyalakan lilin kesia-siaan.

(Masih bersolekkah sang dewi kematian
dalam kepulan asap rokokputih
yang dibiarkan menyala sendirian
di atas bangkai syair tentang harapan,
menunggu mulut kekasih yang tidak kunjung datang?)

Di sebuah kamar pengap ukuran tiga kali dua
seonggok manusia sibuk membunuhi rindu dan mimpinya
untuk dijadikan bahan tertawaan sepuas-puasnya …

… dan hujan pun turun, berebut menyetubuhi malam. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s