Pemurung tolol yang kesepian

Pagi ditelan deru mesin kendaraan
kesibukan adalah rutinitas, atau mungkin pembenaran
gelisah di antara embusan nafasmu
bau anyir lelah tercium dari tubuhmu.

Kau berbicara tentang impian
kau mengingat labirin yang menyesatkan
kau merasa tidak bergairah pada harapan
kau menjadi pemurung tolol yang kesepian.

Jam 12 siang: peluit kereta membangunkanmu
dan bertanya, jalan mana yang telah meninggalkanmu?

Pada malam yang menyerah di pangkuan jam dinding kota
kau bergerak mondar-mandir di jalur yang sama
terhenti pada titik “seumpama”, jika bukan “seandainya”
sebuah tempat di mana para pengecut memasrahkan seluruh inginnya. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s