Kamu: kasih sayang

Di dalam kamar persegi aku bersabar
penuh dengan deret buku, mencari “kebenaran” dari setiap eksistensi
dada ditusuk kenyataan – pengkhianatan – kenangan
perempuan mengingkari setiap betina “yang ada”: kasih sayang.

Sebagian bayang-bayang menari di ambang pintu
menggerakkan tangan dan kaki — kelaparan, menagih haknya
ide mondar-mandir di batok kepala
bau apak keringat lengket di tubuh, aku membiru.

Usang, lapuk, membusuk.

Mataku nyalang menyelisik sawang di langit-langit kamar
ada rindu dan dendam yang harus segera dibayar
ada yang bertelanjang menggamit gairah berahi paling purba
ada gagah masa muda dengan sekarung mimpinya
ada luka yang tidak pernah bisa sembuh
ada senyum yang masih utuh.

Kamu. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s