Melangut

#Untuk Mbak F.

Malam terus-terusan berderak
mendamba ketenangan, sebuah kecupan
meski bibir sudah tidak ranum lagi
dan kita masih sering kehilangan
sepotong jantung berbentuk persegi.

Aku semakin tidak yakin dengan ketabahan
yang kerap mendadak kewalahan
saat mengeja relief kerinduan
sementara dingin kian menyebalkan
menyuburkan kalimat sepi di sepanjang jalan.

Jika saja sang waktu bisa dipermainkan
mungkin sore tadi kita bisa kencan
bermesraan, berciuman
sambil menghayati impian
yang pejam setelah dihajar kenyataan.

Iya, sayang, jika saja … {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s