Insomnia

Aku menjelma rintik gerimis:
mengecup tanah kotamu yang gelisah
memeluk dedaunan hampa tanpa ekspresi membuncah
menyambangi bibirmu yang pasrah dipagut resah
menelanjangi rindu yang keukeh merapal lelah
di perpotongan malam, hasrat pecah
purna mengeja sebuah senyuman — inilah nirwana.

(aku menjelma rintik gerimis)

Pelan-pelan meniada. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s