Sanstitre #22

Aku adalah pungguk yang hanya mampu mencumbu bayangan bulan sebelum purnama. Di tengahnya selalu dikisahkan seorang wanita tua bercinta dengan seekor kucing hitam, sementara aku menjelma sebuah kisah tanpa cerita untuk menidurkan seluruh impian, menenangkan semua harap di dada.

Aku adalah selembar catatan yang penuh coretan dari segala ejaan yang tidak sempurna, nada tanpa irama, kumpulan bilangan dengan rumus yang tidak pasti, seperti menjangkau jarak tanpa jeda waktu. Ketahuilah, tubuhku sudah terbuka dan sudah kuurai titik demi titik di dada menjadi jejak tidak berpangkal tapi engkau masih saja mengukur cahaya di setiap lekuk paling tersembunyi dan terus-menerus menanyakan jenis kelaminku. Apakah ada senja yang bersembunyi di situ, katamu.

Persetan dengan malu. Kerinduan itu hanya bisa ditenangkan oleh gigitanmu di leherku. Isap energiku, sesap habis ranum buahku. Sebab aku telah menjelma puisi sebuah kisah serapah yang dapat engkau baca tanpa perlu merasa wagu. Atau, engkau menganggap bahwa aku adalah Hawa yang menggoda Adam untuk menggenapi perayaan nafsu?

Ajarilah saya. Perkosalah saya. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s