Sanstitre #21

Kamu merangkai ilalang sebagai bukti cinta
kepada yang bersemayam di pojokan jantung persegimu
sementara aku masih sibuk melenyapkan bangkai surga
di dalam batok kepalaku.

Jangan ketuk pintuku lagi,
aku letih, terkulai menunggu mati.” {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s