Pengembara malam

Kita dirutuki para penyembah pagi
sebab kita hanya mengenal malam
mata kita semakin redup, nyaris mati
namun hasrat kita tidak pernah padam.

Kita, para pengembara malam
tuan bagi kesunyian sendiri
puan bagi kesenyapan sendiri
kita tidak peduli esok pagi.

Sebab pemberani seringkali sendiri
mengakrabi senyap, mengarib sunyi
menghidupi sepi dalam hati
tentang nasib malam ini
bukan nasib pagi nanti.

Dan dalam secangkir kopi yang sudah dingin
selalu ada rindu,
serupa kita pada masa yang telah lalu. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s