Pernah ada

#Untuk D: apakah hatimu sudah tidak lagi berani mencinta lantaran pernah begitu membenci luka?

Di Terminal Lama kampung halaman,

sebelas tahun yang lalu.

Pernah ada dua jantung yang mengaku sebagai “kita” dan saling jatuh cinta. Kini, di tempat yang sama, hanya ada sepasang kenangan yang terlalu sibuk mengingkari lukanya masing-masing.

Lima tahun lalu di sebuah kamar kos.

Pernah ada dua jiwa yang mengaku saling kenal, mencoba bercinta untuk merayakan getir (dan gaduh) di dada. Sekarang, di tempat yang sama, hanya tersisa bekas hasrat yang mengering di atas sprei bunga-bunga.

Perempuan yang baik hati;
demi apa pun yang telah dan akan terjadi, mari kita akhiri keterasingan ini. Bersama-sama, atau sendiri-sendiri, mengendapkan sepi menuju “pulang” yang abadi. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s