Hanya hening yang mewujud nyata, mengulum cinta

Saya dan kamu sudah terlalu sering menghabiskan hari dengan hal-hal yang tidak berguna, ketimbang berupaya melipat jarak untuk mempertemukan dan merendam rindu ke dalam cawan yang berisi hasrat dan berahi kita berdua. Rindu adalah hal terakhir yang ada di dalam pikiran dan jantung kita, dipaksa mengalah dengan rutinitas kehidupan harian yang banal.

(Saya berharap untuk bisa bertengkar denganmu dan memelukmu setiap hari.)

Maksud saya — yang benar-benar saya inginkan adalah kamu menemukan kenyataan bahwa pelukan kita merupakan satu-satunya tempatmu untuk tidur pada malamhari, dan kamu menghiasnya dengan doa agar pagi lupa jalan pulang untuk menjemput malam: kedua kulit saling menyentuh dan dua tubuh yang saling butuh akhirnya menyatu dalam rindu dan peluh.

(Mari merayakan kematian tuhan dalam hening malam, puan betina kesayangan. Tanpa bersuara sekecil pun di udara, tanpa bergerak sedikit pun ke dalam kata, tanpa apa-apa; hanya hening yang mewujud nyata, mengulum cinta.)

Dan ketika saat itu tiba, saya adalah Hades yang memeluk Persephone dengan perpaduan yang begitu mengagumkan antara kelembutan dan kekejaman dalam pikiran Gian Lorenzo Bernini. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s