Mati

Sunyi …

Mata terpejam
membayangkan kota yang muram
di mana terang telah pergi mengamini kelam.

Jantung terpaku
dalam rasa rindu
di mana peluk adalah kemewahan yang selalu ditunggu.

Kaki menggigil lelah mengejar mimpi
tentang kehangatan yang masih bersembunyi
di balik matahari yang telah lama mati.

Yang berdenyut hanya waktu
di antara ribuan doa yang terkoyak realitas
yang bernyawa hanya sendu
jutaan tubuh telah terkubur dalam rutinitas. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s