Kita: gaduh yang disebabkan kata

Kita, gaduh yang disebabkan kata
yang ditanam bersama dengan waktu dan asa
digempur udara, dikecup senja, dipeluk hujan
diusap, dielus, dan dikabarkan oleh kenangan.

Kita, pengemis murahan
yang lupa ingatan
sibuk mengamini caci-maki
sembari meludah ke arah terik matahari.

Kita, kupu-kupu kertas untuk sang pecinta
yang semakin dibenamkan kata
dipasung makna
dijilati berahi paling purba.

Kekasih, kamu menyimpan rindu di mana?
di pojokan jantung atau di dalam batok kepala?

Kita, gaduh yang disebabkan kata
seumpama anak kandung syair usang di persimpangan
tentang harapan yang tumbang dihajar kenyataan. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s