Pada sepetak kenangan dan sejumput ingatan: rekahlah!

Untuk “rintik rindu”, sepetak kenangan, sejumput ingatan, dan “angan senja”;

aku labuhkan bebunyian
yang lebih senyap dari senyap
sunyi-nya kesunyian
bisikan paling gelap
dari jiwa tak bertu(h)an.

: Saat itu,
aku temukan wajahku
tergeletak diam
tanpa pertanyaan
tanpa ketakutan
tanpa kegelisahan
tenteram, tidak bergerak, tenang
damai dalam keindahan
cukup di dalam kesempurnaan
terhimpun berkah semesta
teka-teki, rahasia
dirawat menjadi api
menenangkan.

Akhirnya, aku, habis sudah. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s