Kamu: sepotong cerita yang tidak perlu dipercaya

Yang selalu datang padaku tanpa pernah bertanya terlebih dahulu.

Yang hanya dipahami oleh mekarnya senja.

Yang mampu menarik keseluruhan eksistensiku.

Layaknya sang kekasih yang selalu menarik Sabtu untuk perjumpaan
— Sabtu yang tidak pernah usai bercerita tentang rindu yang gaduh.

Namun tahukah …
bahwa aku kerap berupaya
menghapus sebagian dari dirimu
dengan diam-diam
dengan susah-payah (menahan luka)?

Sebagian dari senyuman dirimu
yang begitu sedap
begitu manis
begitu centil
yang selalu menyeruak tiba-tiba
— setiap pertama kali aku membuka mata —
dengan pertanyaan: “Nyenyakkah tidurmu semalam, sayang?

Yang selalu riang menerbangkan apa-apa
untuk melindungiku dari gigil pagihari
: dengan kenikmatan apa lagi aku harus mendustakanmu?

(Aku menggunakan sisa-sisa cerita yang kumiliki untuk menjaga kewarasan.) {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s