Syairku karenamu, puan

Syairku adalah kupu-kupu dari selatan
yang datang bersama dengan sejumput senja
tidak sudi jadi pijakan
namun rela terluka demi perjalanan ke utara
siap kehilangan sayap demi menuntaskan kerinduan.

Syairku tidak mengenal tempat bermula segalanya
setiap jarak yang mencipta kejauhan adalah awal-mula
ikhlas terbakar demi tujuan paling hampa yang telah dipilihnya
meskipun tidak ada masa depan di dalamnya.

Syairku serupa penderitaan
semacam keluhan jiwa peradaban urban
terjebak di antara bualan.

Yang fana adalah waktu,
sementara luka mengabadi …

… karenamu, puan. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s