10 Februari: selamat Hari Rayna, Ray!

Johann Wolfgang von Goethe, seorang penyair asal Jerman, pernah berkata seperti ini: “Manusia yang tidak dapat belajar dari masa 3.000 tahun berarti dia tidak memanfaatkan akalnya.

Saya tidak ingin kamu berakhir dalam keadaan yang begitu menyedihkan seperti itu, Ray sayang. Saya bakal melakukan apa-apa yang mampu saya lakukan untuk mengenalkanmu kepada akar sejarahmu sebagai manusia. Itulah satu-satunya cara untuk menjadi seorang manusia; itu merupakan satu-satunya cara untuk menjadi lebih dari sekadar hewan pemikir yang telanjang. Itu adalah satu-satunya cara agar kita — saya dan kamu sebagai manusia — tidak hanya melayang-layang di ruang hampa. Saya hanya ingin memberimu sebuah hadiah yang bisa membantumu untuk terus berkembang dan berdialektika, sayang.

Selamat memasuki tahun ketujuhmu di dunia. Tetaplah tersenyum, tetaplah gembira, tetaplah nakal di tengah dunia yang tidak baikbaik saja dan semakin banal ini. Teruslah berkembang, berproses menjadi yang kamu mau. Jangan berhenti bertanya dan membaca. Jangan lupa untuk terus bermain, untuk bersenang-senang. Semoga udara, tanah, api, dan air memberkatimu; semesta akan selalu menjaga keceriaanmu. Saya dan cinta selalu mengelilingimu, sayang! Selamat hari lahir, Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta.

(Rindu ini terus-terusan tumbuh dan tumbuh — dan kamu nantinya bakal tahu jika sesuatu bertambah besar dan semakin besar, maka akan sangat sulit untuk menyimpannya sendiri. Hal [yang terus tumbuh membesar] itu harus dibagi, dikirimkan, atau dilepas, Ray.)

Peluk dan cium,

tabik. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s