Kita yang dikutuk kesibukan

#Untuk D.

Sebelum pagi,.

Kita pernah memutuskan untuk menangkapi kebisingan dan kerlap-kerlip lampu kota, berdua. Menggantinya dengan gantungan percakapan tentang harapan dari sisasisa kepayahan.

Kita pun pernah mencoba menghidupi mimpi tengah malam, berdua. Dengan wajah babak-belur dihajar kenyataan, tangan dan kaki yang mengucurkan luka, serta sepotong jantung yang hampir habis digerogoti kerinduan.

Kita memerangkap angin dari segala penjuru dengan setangkup ingatan, berdua. Membayangkan diri rebah dalam dekap Aphrodite di atas awan.

Dan kini yang tersisa hanyalah “Kita yang dikutuk kesibukan”, terjebak dalam kehidupan urban dan (me)lupa(kan) jalan pulang. {}

Advertisements

8 thoughts on “Kita yang dikutuk kesibukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s